Ketidakadilan Pemberitaan, Perlakuan Komnas Perlindungan Anak dan LSM pada kasus Syech Puji dan Lutfiana Ulfa.
Ramai-ramai masalah perkawinan kontroversial antara Syech Puji dan Ulfa menjadi pembicaraan hangat di berbagai media. Banyak orang yang membincangkan, mengunjingkan, “memaki-maki” dan bahkan sampai melakukan somasi dan mengancam menuntut ke pengadilan. Mereka itu termasuk di dalamnya Komnas Perlindungan Anak dan beberapa LSM. Saya saksikan sendiri melalui pesawat TV, seorang ibu-ibu yang katanya dari sebuah LSM menyatakan dengan lantang bahwa mereka akan membawa kasus ini ke pengadilan.
Menyaksikan semua itu saya cuma bisa geleng-geleng kepala. Kemana saja sih orang-orang itu selama ini? Kok kalau orang kaya yang berbuat ini baru menjadi perhatian dan digembargemborkan. Ataukah mereka yang menghujat dan kasak kusuk lewat media memang mau sekalian numpang ngetop dan populer atau mau jadi pahlawan kesiangan? Atau ada motif lain?
Faktanya, sebelum peristiwa ini, pernikahan yang melibatkan anak di bawah umur seperti ini pasti bukan hal yang baru pertama kali terjadi. Lihat saja kenyataan di kampung-kampung di pulau mana saja di Indonesia, ini adalah hal yang masih lazim terjadi. Begitu juga berdasarkan pengamatan dan kejadian sehari-hari di sekitar lingkungan saya, di kampung sekitar Bogor, kampong sekitar Jakarta dan di kampung-kampung daerah Jawa Barat pada umumnya.
Saya sempat melakukan penjelajahan melalui internet untuk mencari tahu, tentang fakta-fakta lain tentang kasus perkawinan usia dini , di antaranya:
- http://www.museum-nias.org/?p=240
- http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0603/21/jogja/22294.htm
- http://lieagneshendra.blog.friendster.com/?p=1922
Nah, melihat kenyataan ini apakah mereka-mereka yang sekarang kasak kusus itu, mau benar-benar konsekuen untuk tetap terus berusaha menghentikan praktek pernikahan seperti kasus ini. Mari kita lihat saja… Mereka hanya pahlawan kesiangan atau memang pejuang kebenaran / keadilan seperti yang mereka nyatakan melalui media-media.
Pros:Menikahi Anak Dibawah Umur
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.








2 Comments on “Ketidakadilan Pemberitaan, Perlakuan Komnas Perlindungan Anak dan LSM pada kasus Syech Puji dan Lutfiana Ulfa.”
iya aku juga setuju ttng hal itu, masyarakat sekarang kadang terlalu sering bikin sensasi aja.
Masalah perlindungan terhadap anak sebetulnya kompleks dan rumit, yang paling urgen mungkin perlunya pengawasan dan perlindungan terhadap anak jalanan yang sangat rawan akan bahaya kekerasan. Sayangnya karena nggak laku dijual di tv jadi kurang perhatian deh..takut nggak populer
*** Betul Mbak, ini lah yang sebenarnya saya maksud dalam tulisan ini. Perlakuan lembaga-lembaga pengawas di kita, masih belum mencapai esensi yang diharapkan. Jadi mereka masih menunjukkan eksistensi mereka melalui tindakan-tindakan yang mementingkan popularitas. Memang kematangan kita sebagai masyarakat secara umum masih butuh waktu panjang untuk sampai ke sana.